PENERAPAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN PADA TANAMAN HORTIKULTURA
Keywords:
Pengabdian Masyarakat, Desa Nagasaribu II, Pertanian Ramah Lingkungan.Abstract
Jarak tempuh lokasi pengabdian masyarakat dari kampus Unita menuju lokasi Desa ± 15 km dan mudah ditempuh dengan kenderaan roda dua dan empat. Tempat lokasi pengabdian masyarakat di Desa Nagasaribu II, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan. Masyarakat Desa Nagasaribu II umumnya bertani yaitu tanaman pangan jagung dan padi, hortikulturan sayuran daun, bunga, umbi, cabai merah dan tanaman tahunan jenis kopi. Lahan pertanian disekitar penduduk umumnya datar dan tingkat kesuburan tanahnya masih rendah, karena masih menerapkan pola pertanian berbasis pupuk anorganik dan belum maksimal penerapan pertanian ramah lingkungan. Sumber daya alam banyak tersedia disekitar pertaniannya seperti sisa hasil panen dari sayuran, batang/daun tanaman jagung, padi belum termanfaatkan sebagai sumber pupuk organik secara maksimal. Kelompok tani yang berada didesa Nagasaribu II terdiri dari sembilan kelompok tani yaitu Parsita, Saut Taruli, Kwt Wanita Nagabe, Sahata, Rimni Tahi, Sahat Maju, Generasi, Anugrah dan Sejahtera. Kehadiran kelompok tani tersebut dengan tim pengabdian masyarakat untuk berdiskusi dan mengindentifikasi permasalahan kelompok tani tentang bagaimana melestarikan kesuburan tanah dan kesehatan lahan pertanian, pemanfaatan pupuk organik, mengurangi pemakaian pestisida sintetik ke pestisida organik yang ramah lingkungan, pola pergiliran tanaman dan tumpang sari, penggunaan bibit unggul yang berkualitas dan pengenalan organisme penganggu tanaman. Kehadiran Fakultas Pertanian Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli untuk mengadakan sosialisasi, ceramah, simulasi. Hasil pertemuan tim pengabdian masyarakat dengan kelompok tani sangat antusis dan serius mendengarkan paparan materi disertai tanya jawab pada waktu pelaksanaan pemaparan materi, sehingga bisa diterapkan pada lahan pertanian melalui kelompok taninya.

JPM-UNITA ( JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT)